Tampik Isu, Novel Baswedan Klaim Tak Ada Kasus Anies di KPK

REKANBOLA – Penyidik KPK Novel Baswedan menampik terjebak dalam konflik kepentingan sehingga menghentikan proses hukum dugaan kasus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan memang tak ada proses penyelidikan maupun penyidikan yang berkaitan dengan Anies, sehingga dirinya tidak menghentikan proses hukum apapun.

Pernyataan itu merespons foto pertemuannya dengan Anies dan dikaitkan dengan foto berisi laporan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Anies. Dugaan tindak pidana korupsi yang dimaksud terkait dana Frankfurt Book Fair sebesar Rp146 miliar saat Anies menjabat sebagai Mendikbud.

“Kalau dengan Pak Anies, Pak Anies tidak ada masalah di KPK, tidak pernah ada penyelidikan terkait dengan hal yang berhubungan dengan Pak Anies,” ujar Novel di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/10).

Terkait pelaporan Anies ke KPK, Novel memandang hal itu sesuatu yang biasa karena siapa saja bisa melapor. Pihak yang dilaporkan pun bisa siapa saja. Termasuk orang yang kini menjadi presiden.

Novel mengungkit laporan terhadap Presiden Joko Widodo terkait pengadaan bus Transjakarta pada 2013 silam. Kala itu, Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur.

“Soal orang dilaporkan saya kira banyak yang dilaporkan, kita enggak perlu sebut satu-satu. Jangankan pejabat-pejabat, Pak Jokowi pun dilaporkan ke KPK kasus Transjakarta. Tapi kan konteksnya KPK tidak melihat itu sebagai perkara, belum ditentukan sebagai masalah,” kata dia.

Novel lalu menegaskan bahwa dirinya tak memiliki kewenangan untuk mengintervensi tindak lanjut pelaporan setiap kasus. Termasuk yang dialamatkan kepada sepupunya itu.

Kata dia, setiap laporan masuk ke Direktorat Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) untuk diproses dan diidentifikasi. Sementara saat ini, Novel bertugas di bagian Deputi Penindakan.

“Di KPK ada tahapan. Kalau pelaporan itu di bawah kedeputian PIPM, saya di Deputi Penindakan Direktorat Penyidikan,” tutur Novel.

Baca Juga:   Gunakan kotak suara dari karton, KPU hemat Rp 663 miliar

“Dan apabila nanti kalau ada dugaan perkara tindak pidana korupsi dengan kualifikasi sesuai dengan kewenangan KPK, kemudian dilakukan penyelidikan, dan kemudian proses itu seterusnya,” lanjutnya.

Pertemuan dengan Anies sendiri diungkapkan Novel terjadi pada tahun 2017 di Singapura. Pertemuan terjadi saat dirinya tengah menjalani perawatan wajah usai disiram air keras.

Saat itu Anies tengah menjenguk di kamar perawatan. Kemudian mereka menjalankan salat berjamaah di masjid terdekat dari rumah sakit.

Hubungan kekerabatan Anies dan Novel Baswedan menjadi isu miring. Sejumlah perbincangan di media sosial menyebut ada kasus Anies di KPK namun tidak dilanjutkan karena faktor Novel Baswedan sebagai penyidik di lembaga antirasuah.