Tampil Perkasa, John Isner Kembali Ke Semifinal Miami Open

REKANBOLA – John Isner berulang kali menampikkan ide bahwa ia akan mempertahankan gelar Miami Open. Alasannya adalah ia baru memenangkan satu gelar turnamen Masters 1000 dalam 13 tahun kariernya di dunia tenis.

Namun pekan ini, petenis unggulan ketujuh, Isner mungkin telah membuktikan bahwa dirinya salah.

Isner berhasil melenggang ke semifinal Miami Open untuk kali ketiga (2015, 2018) usai menumbangkan petenis yang bertanggung jawab atas kekalahan Novak Djokovic, Roberto Bautista Agut dengan hasil ketat 7-6, 7-6.

Isner pun melaju ke semifinal turnamen Masters 1000 ke-12 dalam kariernya dan ia akan berhadapan dengan petenis unggulan ke-11, Borna Coric atau petenis muda Kanada, Felix Auger Aliassime.

Semifinal turnamen Masters 1000 – dan final – terakhir yang dilakoni Isner adalah di Miami musim lalu ketika ia mengalahkan Juan Martin del Potro dan Alexander Zverev dalam perjalanannya memenangkan gelar turnamen Masters 1000 pertamanya.

Petenis peringkat 9 dunia, Isner melewatkan satu-satunya peluang break point di set pertama ketika Bautista Agut melesatkan forehand yang tidak diantisipasi dengan baik oleh Isner sehingga menyangkut di net. Tetapi, Bautista Agut melakukan pelanggaran ganda pada kedudukan 1/5 dan Isner pun menyelesaikan babak tiebreak dengan ace ke-13 di set pertama.

Petenis berusia 33 tahun, Isner melancarkan serangan bertubi-tubi, menembakkan pukulan bertenaga dari belakan lapangan, dan berusaha mencari peluang untuk maju ke area net. Sementara Bautista Agut lebih bertahan di area baseline dan berusaha membuat Isner bergerak dari satu sisi ke sisi lain lapangan.

Atas usaha kerasnya, Bautista Agut mendapatkan peluang set point pada kedudukan 5-6, 30/40 dengan servis berada di tangan Isner, dan menjadi peluang break point pertamanya di pertandingan tersebut, tetapi Isner mengamankannya dengan sebuah ace.

Baca Juga:   Jil Teichmann Kantongi Gelar Pertama Dalam Kariernya Di Praha

Walaupun kehilangan peluang, Bautista Agut mempertahankan momentum dan unggul 3/0 dalam babak tiebreak. Tetapi, Isner menolak untuk menyerah dan melenggang ke semifinal setelah memenangkan babak tiebreak set kedua.