Target 2 Wakil di Tiap Sektor ke Olimpiade 2020, Tunggal Putri Sanggupkah?

Rekanbola – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mematok target untuk meloloskan dua wakil di tiap sektor ke Olimpiade 2020 Tokyo. Sejauh mana optimisme nomor tunggal putri?

Target itu dicanangkan PBSI sejak 2018. Artinya, PBSI harus menempatkan minimal dua pemain tunggal pada 16 besar BWF pada April 2019 dan dua pasangan di delapan besar nomor ganda.

Menilik peringkat pemain tunggal putri saat ini, hanya Gregoria Mariska Tunjung yang berhasil menembusnya. Gregoria menempati peringkat ke-15 dunia.

Sementara itu, tiga tunggal putri pelatnas utama lain, Fitriani (peringkat ke-33), Dinar Dyah Ayustine (49), dan Ruselli Hartawan (51) masih berada di luar 30 besar dunia.

“Fokus ke 2019 itu pada intinya semua untuk Olimpiade 2020. Tentang target dua wakil ke Olimpiade 2020 itu, kalau dibilang realistis cukup realistis dan harus optimistis,” kata Minarti Timur, pelatih tunggal putri pelatnas PBSI, yang dihubungi Rekanbola, Jumat (4/1/2019).

“Saat ini, cuma Gregoria yang ada di 16 besar, ranking ke-15. Itu pun bukan berarti dia bisa santai-santai, enak-enak karena perburuan poin belum mulai. Sampai saat ini, ada empat tunggal putri yang harus bersama-sama untuk mati-matian bisa meningkatkan peringkat,” ujar Minarti.

Pengumpulan poin Olimpiade dimulai Mei 2019 dan berakhir April 2020. Sebelum benar-benar bertarung dalam kualifikasi itu, pemain tunggal memiliki persiapan sepanjang tiga bulan.

“Fitriani dan Ruselli, dengan postur kecil, harus lebih kuat secara fisik agar seperti Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara. Untuk Dinar, yang lebih tinggi, juga tetap harus bisa bermain lebih aman agar tidak satu-dua bola lantas mati dan lebih konssiten. Sementara, Gregoria juga akan dievaluasi kok banyak bermain pelan dan kurang kuat belakangan ini,” ujar Minarti.

Baca Juga:   Odriozola Tentang Debut dan Persaingan di Real Madrid

“Selain itu, mental dalam hal cara bermain dan bertanding jangan mau kalah perlu ditambah bukan mereka enggak semangat, cuma memang perlu ditambah enggak mau kalahnya itu. Kami harus berusaha dulu untuk bisa meloloskan dua wakil itu, untuk mengamankan jalan masuk. Anak-anak harus mampu mengalahkan diri-sendiri dulu. Ini untuk mereka sendiri,” kata dia.

Para pemain tunggal putri telah menggeber persiapan sejak 27 Desember. Mereka akan tampil di tiga turnamen beruntun, Thailand, Malaysia, dan Indonesia Masters. Dengan pertimbangan cedera sebelumnya, khusus Gregoria hanya akan bermain di Thailand dan Indonesia Masters.