Terlalu, Sampah Berbau Busuk di TPS Sidoarjo Ini Meluber Penuhi Jalan

REKANBOLA – Sebuah jalan di Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo dipenuhi sampah limbah rumah tangga. Jalan yang awalnya bisa dilalui kendaraan roda empat itu kini hanya menyisakan sedikit badan jalan yang hanya cukup untuk roda dua.

Sampah tersebut merupakan luberan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di sekitar jalan. Hal itu disampaikan Ali Mas’ad, warga yang hampir setiap hari melewati jalan tersebut.

Warga yang melintas di jalan tersebut tidak hanya terganggu tapi juga harus menghirup bau tak sedap yang begitu pekat karena sampah berserakan di badan jalan. “Sudah lama sampah rumah tangga dari Desa Gelang ini memenuhi jalan,” kata Ali Mas’ad kepada detikcom di lokasi TPS Desa Gelang, Kamis (28/3/2019).

Menurut Ali, TPS tersebut berdiri sejak tiga tahun yang lalu. Biasanya ketika sampah sudah menumpuk, ada truk yang mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun dalam beberapa hari terakhir, sampah tersebut tidak pernah diambil sehingga berserakan ke jalan.

“Menurut pengakuan dari petugas pembuangan sampah dari Desa Gelang, bahwa untuk mendatangkan truk pengangkut sampah harus bayar sebesar Rp 450 ribu,” tambah Ali.

Ali menambahkan, semua sampah rumah tangga itu berasal dari Desa Gelang. Setiap bulannya, warga dari desa tersebut membayar Rp 5 ribu ke petugas TPS,

“Sampai saat ini sampah tersebut meluber memenuhi jalan desa, selain itu bau tidak sedap mengangggu lingkungan,” imbuh Ali.

Apa yang dikeluhkan Ali juga dirasakan pengguna jalan lainnya yakni Herlin (31). Warga Krembung itu setiap hari melewati jalan tersebut untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Sampah di TPS ini sudah lama memenuhi jalan. Selain itu juga menimbulkan bau busuk dan lalat yang banyak. Yang jelas sangat mengganggu masyarakat sekitar,” kata Herlin.

Baca Juga:   Gempa M 5,8 Guncang Padangsidempuan Sumut

Di tempat terpisah Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setyawan membenarkan adanya TPS di tempat tersebut. Namun menurutnya, tumpukan sampah tersebut hanya bersifat sementara sebelum dibawa ke TPA.

“Atas keluhan masyarakat akan segera ditindaklanjuti, terkait membayar untuk mendatangkan truk pengangkut sampah itu tidak benar akan kami cek dulu,” pungkas Sigit.