TKN Berharap Dukungan Alumni Dongkrak Elektabilitas Jokowi

REKANBOLA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, berharap deklarasi dukungan dari sejumlah kalangan alumni perguruan tinggi dan sekolah menengah atas (SMA) akan meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di kalangan terpelajar atau terdidik.

Menurutnya, deklarasi dukungan dari sejumlah alumni perguruan tinggi dan sekolah ini akan mengubah hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang sebelumnya menyatakan bahwa pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uni mendapat lebih banyak dukungan dari kantong suara pemilih terpelajar.

“Itu survei [LSI] baru pengumuman dua tiga hari lalu, kami belum lihat dampak dan deklarasi ini saya yakin akan mengubah pemetaan dukungan yang ada di Jokowi,” kata Karding saat ditemui usai menghadiri acara Deklarasi Alumni Trisakti Dukung Jokowi di Hall Basket, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (9/2).

Dia menilai dukungan dari kalangan alumni sejumlah perguruan tinggi dan sekolah ini merupakan hal yang wajar.

Katanya, Jokowi adalah pilihan yang tepat karena membangun infrastruktur yang merupakan syarat bersaing dalam menyiapkan pembangunan sumber daya manusia (SDM), dan perbaikan kerja ekonomi.

“Ini wajar kalau mereka mendukung,” ujar politis PKB itu.

Karding berharap, dukungan dari kalangan alumni sejumlah perguruan tinggi dan sekolah ini dapat membantu upaya pihaknya untuk memperoleh suara pemilih kelas menengah ke atas.

“[Deklarasi] para alumni kami harapkan bisa menyasar kelompok menengah kota terpelajar,” katanya.

Sejumlah kelompok alumni mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 tak hanya terjadi di kalangan perguruan tinggi. Fenomena ini juga ‘mewabah’ di lingkungan alumni sekolah menengah.

Baca Juga:   Mungkinkah Ahoker Beralih ke Prabowo - Sandi?

Politisi Pesimistis

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, berpendapat dukungan alumni dari berbagai perguruan tinggi ke Jokowi merupakan bentuk keberpihakan kaum terdidik kepada pasangan calon petahana.

Erick menyebut para alumni menyalurkan dukungan ke Jokowi karena tidak nyaman dengan politisi yang menyebarkan pesmimisme.

“Dengan pilihan ini terbukti mereka ingin menyuarakan aspirasi mereka yang selama ini saya lihat terganggu. Terganggunya apa? karena bangsa kita dibikin pesimis padahal kan kita harusnya optimistis,” kata dia.

Erick tak menyebut pihak yang menyebarkan pesimisme tersebut. Namun ia mengatakan pihak tersebut selalu memproduksi isu ekonomi sulit, kesenjangan sosial tinggi, dan harga bahan pokok tinggi.

Isu-isu itu, kata Erick, menyesatkan dan dengan mudah dibantah Jokowi dengan kinerja dan data selama empat tahun kepemimpinan.

“Apalagi dari data-data sendiri baik ekonomi, baik hal-hal lain, angka-angkanya bagus,” tutur dia.

Mantan Bos Inter Milan itu menyayangkan isu-isu pesimis tersebut bahkan dibawa hingga ke forum internasional. Sehingga TKN harus mengerahkan tim ahli ke luar negeri untuk memerangi penyesatan fakta.

“Kita mengirim tim ke Amerika untuk menyampaikan data-data yang diberikan semua tidak benar. Kita mau kasih lihat Amerika juga kita bangsa besar, mereka harus bersahabat sama kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi-Ma’ruf menerima dukungan dari alumni beberapa perguruan tinggi, seperti IKJ, Universitas Trisakti, Universitas Indonesia, Universitas Andalas, dan bahkan Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI).

Erick bahkan mengklaim saat ini Jokowi sudah mengantongi dukungan alumni dari lebih dua puluh perguruan tinggi.