Toyota Hadapi Era Mobilitas Baru

REKANBOLA – Tokyo Motor Show (TMS) 2019 yang akan berlangsung mulai 24 Oktober sampai 4 November bakal menjadi bukti perusahaan otomotif Toyota berubah secara bertahap menjadi perusahaan mobilitas (mobility company) dalam industri otomotif global.

Prinsip ini guna beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di dunia dalam melihat produk kendaraan di masa depan.

Transisi dari perusahaan otomotif menjadi perusahaan mobilitas bisa dikatakan penuh tantangan, seperti ketika Toyota mencetuskan mengubah bisnis dari perusahaan pembuat mesin jahit ke produk otomotif pada medio 1930.

“Kami percaya mengubah perusahaan otomotif konvensional ke perusahaan mobilitas penuh dengan tantangan. Karena itu sejak awal kami ingin mengubah cara pandang konsumen terhadap penggunaan kendaraan di masa depan,” kata wakil presiden Toyota Motor Asia Pasicif David Nordstrom di Odaiba, Jepang, Selasa (22/10).

Bagi Toyota, mobilitas kendaraan di dunia akan berubah, karena itu dampaknya akan dirasakan jika perusahaan tidak mengubah pola bisnis.

Tidak hanya memproduksi kendaraan ramah lingkungan yang berteknologi canggih, namun menghasilkan peralatan-peralatan canggih dengan kemampuan bergerak yang mendukung mobilitas manusia harus menjadi pilihan.

Masa transisi perusahaan akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang, namun perubahan besar ini diyakini dapat tercapai dengan slogan ‘Start Your Impossible’ yang telah diperkenalkan global pada TMS 2017.

Menurut Nordstrom, perusahaan mobilitas yang merupakan inti dari ‘Mobility for All’ menjadi tantangan perusahaan menghadirkan alat transportasi berteknologi terkini.

Pemahaman perusahaan mobilitas sendiri berdasarkan komitmen dari CASE (Connected Autonomous Sharing Electrification) yang dianggap mampu mengubah konsep fundamental sebagai perusahaan otomotif.

Untuk konsep CASE sendiri akan dibuktikan Toyota pada Olimpiade dan Paralimpik 2020. Pabrikan akan menurunkan 20 unit kendaraan otonom e-Palette.

Baca Juga:   LG Siap Luncurkan Robot AI Baru pada CES 2019

Kendaraan yang akan digunakan para atlet ini dilengkapi perangkat keras, lunak, dan sensor canggih seperti kamera dan LiDAR guna menentukan arahnya sendiri.

Di samping itu ada Walking Area Standing Type, Walking Area Seated Type dan Walking Area Wheelchair-linked Type yang seluruhnya dilengkapi baterai.

Sementara di TMS 2019, perusahaan akan menawarkan solusi berkendara baru, dengan menampilkan hal-hal baru meliputi mobilisasi masa depan.

“Kami sudah menghadapi perubahan yang lebih besar. Pemanufaktur Jepang sudah punya rencana (di TMS 2019) untuk membawa pengunjung ke era mobilitas. Perusahaan otomotif tidak hanya fokus pada produk otomotif semata, namun melihat sisi lain, terutama dalam kesempatan Olimpiade dan Paralimpik 2020,” kata humas Toyota Motor Corp Katsuhiko Koganei.