Transaksi Saham Diramal Naik Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi

REKANBOLA –ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan bergerak di zona hijau pada awal pekan ini, Senin (4/2). Transaksi pelaku pasar berpotensi semakin tinggi jelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG berpotensi menembus area 6.600, atau kembali mencatatkan rekor terbaru tahun ini.

“Investor akan mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 yang akan segera dirilis,” ungkap Dennies dalam risetnya.

Belum lagi, jumlah volume transaksi terus meningkat. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sepanjang pekan lalu rata-rata volume transaksi harian naik 0,66 persen menjadi 13,2 miliar saham dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang hanya 13,11 miliar saham.

“Secara teknikal penguatan didorong dengan volume tinggi dan rentang penguatan masih terbuka,” jelas Dennies.

Maka itu, Dennies memproyeksi batas bawah atau level support IHSG di level 6.480-6.509, sementara untuk batas atas atau resistance diperkirakan bergerak di level 6.574-6.610.

Kemudian, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan IHSG masih memiliki amunisi dari aliran modal asing (capital inflow) dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dua faktor itu sebenarnya telah menunjang indeks sejak awal tahun.

“Jumlah beli bersih (net buy) asing menjadi penggerak investor lokal sehingga menjadi lebih optimis,” tutur William.

Sepanjang pekan lalu, jumlah net buy asing tercatat sebesar Rp3,7 triliun. Sementara, sejak awal tahun hingga Jumat (1/2) kemarin atau year to date (ytd) menyentuh Rp14,51 triliun.

Sementara itu, rupiah akhirnya meninggalkan area Rp14 ribu per dolar AS pekan lalu. Tepatnya, rupiah kini bergerak di area Rp13.940 per dolar AS.

“(Pekan ini) IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan, rentang pergerakan IHSG 6.500-6.600,” jelas William.

Baca Juga:   Toyota Siapkan Sienta Baru, Meluncur Sesudah Lebaran

Sekadar informasi, IHSG pekan lalu menguat 0,86 persen dari 6.482 ke level 6.538. Hal ini membuat nilai kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,99 persen menjadi Rp7.431 triliun dari Rp7.358 triliun.