Usai Tampil Di Final Doha, Tomas Berdych Tetap Haus Kesuksesan

Rekanbola – Penampilan Tomas Berdych di final Qatar Open, Doha musim ini sendiri telah begitu impresif setelah petenis berusia 33 tahun tersebut mengalahkan dua petenis unggulan, Fernando Verdasco dan Marco Cecchinato.

Namun, usaha mantan petenis peringkat 4 dunia, Berdych terlihat lebih menonjol karena turnamen di Doha merupakan turnamen pertamanya sejak tampil di Queen’s Club pada Juni lalu dan melewatkan paruh kedua musim 2018 akibat cedera.

“Secara keseluruhan, saya pikir pekan di Doha adalah pekan yang menakjubkan. Setelah enam bulan tidak berkompetisi, ekspektasi saya benar-benar berada di level yang berbeda. Tetapi tenis adalah olahraga yang indah dan semua pengalaman yang telah saya dapat sebelumnya serta kerja keras yang saya lalui di sepanjang masa off-season, terbayar. Saya benar-benar senang dengan cara saya melalui turnamen di Doha,” papar Berdych.

Berdych paham bahwa pencapaiannya di Doha musim ini baru awal dari kembalinya ia ke dunia tenis. Berdych mungkin hanya membutuhkan satu set lagi untuk memenangkan gelar pertamanya sejak gelar di Shenzhen musim 2016, tetapi masih ada banyak turnamen dan peluang yang ada di depannya.

“Saya harus tetap rendah hati dan sabar, karena saya baru melalui pekan pertama musim ini. Jadi, tidak perlu ekspektasi tinggi dan hal semacam itu,” lanjut Berdych.

Namun, penting bagi Berdych untuk melakoni banyak pertandingan jelang Grand Slam pertama musim ini, Australian Open dan di Doha ia berhasil melakoni lima pertandingan.

“Saya hanya harus melangkah, melakukannya pekan demi pekan, pertandingan demi pertandingan. Australian Open adalah salah satu Grand Slam favorit saya. Saya selalu bermain dengan baik di sana. Jadi, saya menantikannya dan saya akan berusaha membawa momentum ini untuk bermain dengan baik di sana,” ungkap Berdych.

Baca Juga:   Dua Kali Bobol Gawang Chelsea, Anthony Martial Dipuji Andreas Pereira

Pekan pembuka musim 2019 menjadi pekan meyakinkan bagi Berdych, tetapi setelah berakhir sebagai runner up di Doha musim ini, Berdych mengutarakan, “Saya merasa tidak puas, karena rasa puas anda rasakan setelah memenangkan gelar.”