Viral, Arogansi Pengguna Moge Muncul Lagi

Rekanbola – Arogansi pengguna motor gede (moge) kembali muncul lagi. Seorang pengguna jalan menceritakan sikap arogansi komunitas moge di jalan raya.

Ialah Faisal Yasir Arifin yang menceritakan arogansi gerombolan pengguna moge. Di jalan raya, Faisal yang menuju Surabaya dari Gontor bertemu iring-iringan moge tanpa pengawal.

“Kalau pakai voorijder, okelah saya kasih jalan. Naah, saya sbg warga yg juga bayar pajak, saya tetep di jalur itu trus menambah kecepatan krn jalur lebar,” tulis Faisal dalam unggahan di akun Facebook-nya yang viral. Unggahan tersebut sudah dibagikan hingga 12.000 kali.

Faisal kemudian dikejar. Pengguna moge, katanya, menegur Faisal dengan membentak. Faisal disebut arogan oleh pemoge karena membahayakan rekannya.

“Saya jawab, ‘loh bahayakan dimananya? Saya di jalur tepi. Dan saya klakson. Pun dg sopan. Anda menutup jalan, saya pun pelan’,” kata Faisal.

Setelah menepi, rombongan pengguna moge itu mengeroyok Faisal. Bahkan Faisal mengaku sempat ditampar pipinya.

“Saya balik tampar lah. trus saya ambil kamera, saya mau foto,” ujar Faisal yang juga merupakan seorang wartawan itu.

Menurutnya, tiga orang berusaha memukul. Tapi Faisal sempat menangkis, meski cakaran sempat terkena lehernya. “Tetiba, Satu org ambil kunci mobil sembari nantangin saya keluar,” ujarnya.

Faisal pun keluar. Ketika keluar, Faisal langsung dikeroyok. Tapi, tidak ada yang memukul kepala, hanya bagian dada dan menyakar leher. Sampai akhirnya pemoge itu mundur dan melanjutkan perjalanannya.

“Yang jadi masalah kan ada anak saya masih kecil. Khawatirnya anak-anak itu terganggu secara psikologis. Harusnya ngomong baik-baik.

Wong saya juga nggak membahayakan. Saya benar-benar nggak membahayakan. Saya klaksonnya pelan,” kata Faisal ketika dihubungi detikOto.

Baca Juga:   Ini Motor Sang Juara Dunia MotoGP 2017

Faisal sebenarnya juga merupakan seorang bikers. Dia menyebut sempat memiliki moge Harley. Tapi, Faisal sangat tidak setuju dengan oknum pengguna moge yang arogan dan membahayakan.

“Saya senang ngebut, tapi saya kalau mau pecicilan itu di sirkuit kok. Kalau di jalanan saya sopan. Saya punya grup (komunitas) di Surabaya, ada mogenya ada Harley-nya, kita tertib di jalan nggak sampai arogan. Arogan ya dikeluarin (dari komunitas).

Makanya saya jengah. Toh saya sebagai bikers juga menghargai mereka, saya klakson pelan, nggak yang klakson panjang-panjang beberapa kali,” sebut Faisal.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *