Waduh, 8 Pemain Nominasi Ballon d’Or 2018 Tak Mampu Selamatkan Lopetegui

Delapan pemain Real Madrid masuk dalam nominasi untuk penghargaan Ballon d’Or 2018, tapi mereka tak mampu menyelamatkan Julen Lopetegui dari pemecatan. Bagaimana performa mereka sejauh ini?

Julen Lopetegui akhirnya resmi dipecat sebagai pelatih kepala Real Madrid setelah performa buruk di awal musim ini. Terakhir, Los Blancos kalah di el clasico melawan Barcelona dengan skor 1-5 dan membuat mereka terpuruk ke posisi 9 klasemen La Liga.

Mantan pelatih timnas Spanyol tersebut memang memiliki awal yang sulit meskipun dalam skuatnya saat ini memiliki delapan pemain yang berstatus nominasi Ballon d’Or. Dengan fakta itu, harusnya bisa lebih baik.

Simak lebih lanjut di bawah ini ya Bolaneters.

World Class, But Underperformed

Sementara Lopetegui harus membayar atas beberapa keputusan-keputusan buruk yang dia ambil, beberapa nama kelas dunia dalam tim tersebut nyatanya tak selalu membantu sang pelatih dalam 14 pertandingan pertama musim ini.

Menyusul pemecatan Lopetegui, menarik untuk menyimak bagaimana performa delapan pemain Real Madrid yang masuk sebagai nominasi Ballon d’Or sejauh ini.

THIBAUT COURTOIS (Penampilan: 8)

Rekrutan baru di bawah Lopetegui, Courtois harus menunggu untuk mendapatkan kesempatan menggantikan Keylor Navas. Meskipun kebobolan lima gol melawan Barcelona akhir pekan lalu, mantan kiper Chelsea tersebut hampir sulit untuk dijadikan kambing hitam atas kekalahan telak itu atau bahkan pemecatan Lopetegui.

RAPHAEL VARANE (Penampilan: 12, Gol: 0)

Kemitraan Varane dan Sergio Ramos harusnya menjadi yang terbaik di Eropa, tetapi keduanya justru telah kesulitan di musim 2018-19. Varane dicadangkan untuk pertandingan Liga Champions pekan lalu menyusul serangkaian penampilan buruk dan kemudian tampil loyo di el clasico setelah babak pertama memalukan.

Baca Juga:   Neville: Mourinho Mirip Mayweather

SERGIO RAMOS (Penampilan: 13, Gol: 3)

Ramos dapat dituduh melakukan beberapa pengambilan keputusan gegabah bahkan ketika masih di bawah Zidane, tetapi pekerjaan defensifnya terlihat semakin memburuk ketika Lopetegui berada di pucuk pimpinan. Sang kapten terlihat ‘linglung’ saat Madrid hancur berantakan di Camp Nou, dan para pemain lawan terlihat kini justru semakin nyaman menghadapi pertahanan Madrid.

MARCELO (Penampilan: 10, Gol: 3)

Bek Brasil Marcelo tampaknya melakukan lebih dari kebanyakan untuk mencoba menyelamatkan Lopetegui. Pemerintahan Lopetegui berakhir dengan gol dari bek kiri dalam tiga pertandingan berturut-turut, namun penampilannya di sisi lain, sama seperti Ramos, berada di bawah performa terbaiknya.

Daftar selanjutnya di bawah ini ya 

World Class, But Underperformed

LUKA MODRIC (Penampilan: 14, Gol: 0)

Modric mungkin tampil dalam 14 pertandingan keseluruhan di bawah Lopetegui, namun dirinya dinilai kehabisan bensin setelah tampil Piala Dunia 2018 dan pembicaraan tentang kepindahannya ke Inter Milan tampaknya mengalihkan perhatian sang gelandang. Banyak dinominasikan untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini, pemain asal Kroasia terlalu sering berada di bawah performa terbaik.

ISCO (Penampilan: 10, Gol: 2)

Meskipun akrab dengan Lopetegui dari level internasional, Isco nyatanya tak selalu menjadi pilihan sang pelatih, dengan Marco Asensio lebih banyak mendapatkan kepercayaan. Sang gelandang Spanyol tersebut menjadi pemain kunci di bawah Zidane tetapi kurangnya kontinuitas tampaknya telah mempengaruhi penampilannya musim ini.

GARETH BALE (Penampilan: 12, Gol: 4)

Tampil luar biasa di final Liga Champions dan sekarang menjadi pemain utama dalam ketidakhadiran Cristiano Ronaldo, Bale seharusnya telah membuat dunia semakin cerah di musim ini. Dia memulai dengan sangat kuat dengan bimbingan Lopetegui tetapi secepat itu juga seperti memudar, penampilannya di Clasico hari Minggu lalu berkontribusi pada sore yang menyedihkan bagi Real Madrid.

Baca Juga:   Sampaoli: Messi Adalah Cahaya Argentina

KARIM BENZEMA (Penampilan: 14, Gol: 6)

Benzema tampak berada dalam posisi yang berisiko di Bernabeu ketika Zidane, yang merupakan penggemar beratnya, pergi. Kepergian Ronaldo dan kurangnya alternatif elit membuat mantan pemain timnas Prancis itu berada masih berada dalam tim meskipun, paceklik gol yang panjang nan mengerikan membuat posisi Lopetegui pada akhirnya tidak bisa diselamatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *