Wanita Asal Banten Diringkus Polisi Usai Tepergok Jual Emas Palsu

REKANBOLA – Siti Asia (35) ditangkap polres setelah kedapatan menjual emas palsu di toko emas. Pelaku diduga anggota sindikat kejahatan dengan modus sama yang meresahkan pengusaha emas beberapa bulan terakhir.

Tertangkapnya pelaku yang merupakan warga Kampung Kebedilan, Kelurahan Kalang Akan, Kecamatan Taktakan, Serang, Banten, itu ketika menjual emas seberat 13 gram di toko emas milik Rudi di Pasar 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Kamis (28/2) malam.

Setelah melakukan pembayaran, korban curiga dengan bentuk fisik emas yang dijual pelaku. Korban pun berteriak ‘penipu’ sehingga membuat pelaku melarikan diri.

Beruntung, polisi yang sedang patroli menangkap pelaku lalu digiring ke Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Barang bukti disita emas palsu seberat 13 gram.

Kepada petugas, tersangka mengaku baru dua kali menjual emas palsu. Emas palsu yang dijual pertama berhasil mendapatkan uang Rp 16 juta dari toko emas di kawasan Plaju Palembang.

“Tadi malam saya ketahuan, pembelinya tahu emas itu palsu dan saya diteriaki penipu. Mau lari malah ketemu polisi,” ungkap tersangka Siti di Mapolresta Palembang, Jumat (1/3).

Tersangka berdalih baru beberapa hari berada di kota pempek itu. Awalnya dia menemui rekannya, Dedi di Pelabuhan Merak, untuk menagih utang. Bukannya dibayar, Dedi mengajaknya ke Palembang untuk menjalankan bisnis haram itu.

“Saya dijebak, mau minta utang malah disuruh jual emas palsu di Palembang,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara menduga tersangka adalah anggota sindikat penjualan emas palsu yang pernah dilaporkan korban beberapa waktu lalu. Pihaknya masih memburu pelaku lain dengan menggali keterangan tersangka.

Baca Juga:   Tugu MH370 di ditentang sebagian keluarga terkait 'tahayul' tentang 'kutukan'

“Tersangka ngakunya cuma disuruh, tapi kami menduga dia anggota sindikat. Mudah-mudahan pelaku lain bisa kita ringkus juga,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun. Pemilik usaha jual beli emas diimbau lebih teliti ketika transaksi agar tidak menjadi korban penipuan.