Warga Miskin Dilarang Sakit! Pasien Jamkesda Harus Bayar Berobat di RSUD Deliserdang

Rekanbola – Warga kurang mampu, Darmina (60), warga Jalan Kartini, Kecamatan Lubukpakam, yang berobat dengan fasilitas Jamkesda di RSUD Deliserdang, akhirnya harus membayar biaya rumah sakit.

Perempuan yang tertular penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) itu harus membayar karena tidak bisa menunjukkan kartu BPJS tanggungan pemerintah sebagai pengganti Jamkesda kepada pihak RSUD Deliserdang.

Faktur tagihan biaya berobat Darmina.

Padahal, pasien tersebut dirawat di rumah sakit plat merah tersebut dengan jaminan dari anggota DPRD Deliserdang, Bayu Sumantri Agung.

Informasi yang diperoleh Rekanbola.com dari Darma (anak kandung Darmina), dia baru bisa mengeluarkan ibunya dari rumah sakit setelah membayar Rp1,5 juta.

“Kami keluar dari rumah sakit sekitar pukul 20.15 Wib, Senin (7/1/2019). Itu pun sesudah membayar Rp1,5 juta, karena kami tidak bisa menyiapkan kartu BPJSnya,” kata Darma kepada Rekanbola.com.

Pihak RSUD Deliserdang sebelumnya menagih Rp2.285.286 untuk biaya perawatan Darmina. Tapi karena ‘menghargai’ anggota DPRD yang menjamin, kemudian memberikan diskon sehingga hanya dibayar Rp1,5 juta.

Darma mengatakan, ibunya sempat menangis karena pihak rumah sakit tak mengizinkan mereka keluar sebelum membayar, setelah mereka tidak bisa menunjukkan kartu BPJS.

Bahkan, pihak rumah sakit juga disebut tidak menggubris surat jaminan yang diberikan oleh anggota DPRD Deliserdang, Bayu Sumantri Agung.

Alhasil, beberapa ibu-ibu dan dibantu wakil rakyat dari Fraksi PAN itu terpaksa merogoh kocek masing-masing agar Darmina keluar dari rumah sakit dan bisa pulang ke rumah.

Bayu yang dikonfirmasi metro24jam.com, Senin (7/1/2019) malam, menyesalkan apa yang sudah dilakukan pihak RSUD Delisedang, disebutkannya bahwa warga miskin yang belum memiliki BPJS.

Menurut Bayu, anggaran sudah tercover dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan ada anggaran darurat. Namun hal itu juga tidak dihiraukan RSUD.

Baca Juga:   Diduga Masih Ada Bom, Istri Terduga Teroris di Sibolga Ledakkan Diri Belum Dievakuasi

“Berarti RSUD tidak menerima warga miskin berobat karena tidak ada BPJS? Saya akan panggil RSUD itu, karena kita khawatir banyak warga miskin yang tidak memiliki bpjs tidak bisa berobat,” tegas Bayu.

Diketahui, Darmina datang berobat ke RSUD Deliserdang dengan menggunakan fasilitas Jamkesda. Namun karena fasilitas tersebut sudah tidak berlaku lagi, Darmina melalui anaknya Darma disuruh oleh pihak rumah sakit mengurus BPJS yang ditanggung pemerintah. Mereka hanya diberi waktu 2 hari untuk mengurus kartu BPJS tersebut.