Waskita Karya Incar Proyek Kereta di Filipina

REKANBOLA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengaku tengah mengincar proyek kereta api di Filipina. Mereka menggandeng PT Kereta Api Indonesia  (KAI) Persero dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA untuk bisa mendapatkan proyek kereta di negara tersebut.

Waskita memang memiliki pengalaman dalam pembangunan proyek kereta. Mereka merupakan kontraktor proyek pembangunan prasarana kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang. Proyek kereta ringan itu memiliki panjang 23,4 kilometer (km) dengan nilai kontrak sebesar Rp12,59 triliun.

“Pengalaman infrastruktur di proyek LRT Palembang mau kami ekspor. Jadi rolling stock(kereta) dari PT INKA dan operator dari KAI,” kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, Jumat (1/2).

Putra mengaku perseroan masih mempelajari peluang proyek kereta api di Filipina itu. Waskita Karya, PT KAI, dan PT INKA memerlukan kajian terkait regulasi, jalur kereta api, dan lain sebagainya agar bisa mendapatkan proyek di Filipina.

Karena itu, Putra mengatakan sampai saat ini belum bisa menyebutkan prediksi nilai kontrak yang bisa dikantongi dari proyek kereta yang diincar di Filipina tersebut. “Beberapa kali teman-teman sudah berangkat ke Filipina, ada dua atau tiga kali. Jadi tidak mudah,” imbuhnya.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengamini pernyataan Putra tersebut. Akan tetapi, Edi belum membeberkan lebih detail proyek tersebut. “Kami bersama-sama dengan Waskita Karya dan INKA sedang berupaya,” ujarnya.

Sementara itu, perusahaan dengan kode saham WSKT ini menargetkan dapat meraih nilai kontrak baru sebesar Rp56 triliun tahun ini. Dengan kontrak baru itu, perseroan mematok pendapatan usaha sebesar Rp54 triliun.

“Sehingga total kontrak yang akan dikelola pada 2019 diharapkan menjadi sebesar Rp120 triliun,” jelas Putra.

Baca Juga:   Pajak UMKM Harus Dilengkapi Insentif dan Edukasi

Dari sisi kinerja keuangan, per September 2018 Waskita Karya berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp36,23 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp28,53 triliun. Kenaikan pendapatan itu membuat laba bersih Waskita Karya ikut terkerek menjadi Rp3,72 triliun dari kuartalIII 2017 lalu sebesar Rp2,59 triliun.