WN Australia yang Ikut Aksi Papua Merdeka di Sorong Dideportasi

REKANBOLA – Direktorat Jenderal Imigrasi mendeportasi Cheryl Melinda Davidson (36) karena terlibat aksi Papua merdeka di Sorong, Papua Barat. Warga negara (WN) Australia itu dipulangkan ke negaranya dari Bali.

“Ya (betul ada WN Australia dideportasi),” kata Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi, Sam Fernando, saat dimintai konfirmasi, Rabu (4/9/2019).

Cheryl adalah satu dari tiga WN Australia lainnya yang kedapatan terlibat dalam aksi Papua merdeka di Sorong. Cheryl dideportasi ke Darwin, Australia. Perempuan tersebut ditindak di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai.

Dia diterbangkan ke negaranya menggunakan pesawat Virgin Air (VA130) pada Rabu (4/9) pukul 15.45 Wita.

Sebelumnya, ada tiga orang WN Australia yang sudah dideportasi Kantor Imigrasi Sorong. Ketiganya yakni pria bernama Baxter Tom (37) serta dua perempuan Hellyer Danielle Joy (31) dan Cobbold Ruth Irene (25).

Mereka dideportasi melalui Bandar Udara DEO Kota Sorong. Ketiganya diterbangkan menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6197 menuju Bali melalui Makassar. Selanjutnya, mereka dipulangkan ke Australia menggunakan pesawat Qantas QF.44.

“Kantor Imigrasi Kelas II Sorong telah melakukan pendeportasian terhadap 4 (empat) orang Warga Negara Australia yang diduga turut serta dalam aksi unjuk rasa OAP yang bertujuan untuk menuntut kemerdekaan Papua di depan Kantor Wali Kota Sorong,” kata Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Sam Fernando dalam keterangannya, Senin (2/9).

Baca Juga:   Rahman aniaya anak saat video call dengan istri