Xiaomi Mau Naikkan Harga, Redmi dan Pocophone Ikutan Mahal?

REKANBOLA – Baru-baru ini, Lei Jun (CEO Xiaomi) mengatakan pihaknya berencana meningkatkan harga ponsel yang dijualnya di pasaran. Tak tanggung-tanggung, ia berniat berhenti memasang harga di bawah 2.000 yuan (Rp 4,2 juta) untuk satu unit smartphone buatan Xiaomi.

Hal tersebut tentu mengejutkan, mengingat masih ada beberapa ponsel Xiaomi yang harganya masih di bawah Rp 4 juta. Sebut saja Mi A2 dan Mi A2 Lite yang masuk ke Tanah Air pada September 2018 lalu.

Lantas, apakah Redmi dan Pocophone, brand yang dilahirkan perusahaan asal China tersebut, bakal ikut terkena imbasnya?

Mari kita mulai dari Redmi. Jika melihat batas harga yang dipatok Xiaomi, sepertinya tak masuk akal ketika melihat ponsel-ponsel Redmi bakal berharga di atas Rp 4 jutaan.

Terlebih, baru-baru ini Xiaomi mengumumkan bahwa Redmi akan beroperasi sebagai brand independen. Hal ini mirip dengan yang dilakukan oleh Realme setelah lahir sebagi sub-brand dari Oppo.

Lebih lanjut, Redmi juga berniat untuk menghadirkan smartphone yang hadir dengan “extreme value for money” sebagaimana tercantum dalam pernyataan resminya. Kalimat dalam Bahasa Inggris tersebut tentu mengindikasikan bahwa brand tersebut akan tetap menawarkan harga murah untuk ponsel-ponsel buatannya jika dibandingkan dengan kompetitornya.

Lalu, bagimana dengan Pocophone? Seperti kita ketahui, saat ini sub-brand tersebut masih memiliki satu ponsel saja, yakni Pocophone F1, walau ada versi lain dalam diri Pocophone F1 Armoured Edition.

Jika melihat situs resmi Xiaomi Indonesia, Pocophone F1 dibanderol dengan nilai mulai dari Rp 4.599.000, sedikit di atas batas bawah yang dipatok oleh CEO perusahaan tersebut. Bisa jadi, sub-brand tersebut juga akan terkena imbas dari kenaikan harga yang ditetapkan oleh Lei.

Baca Juga:   9 Penemuan Jenius Ini Seharusnya Ada di Indonesia Karena Berguna Banget

Walau demikian, ada nilai positif yang bisa diambil dari sini. Selain berniat untuk meningkatkan harga, Lei juga menyebut pihaknya ingin berinovasi lebih pada ponsel-ponsel garapannya.

Ini tentu jadi berita baik mengingat Pocophone F1 masih memiliki banyak kekurangan walau sanggup mengusung chipset teratas dengan harga mulai Rp 4 jutaan. Dari segi desain, misalnya.

Bodinya terbuat dari plastik sehingga tampak murahan. Poni serta dagu di bagian depan pun masih cukup besar. Selain itu, layarnya yang digunakan juga belum OLED seperti Mi 8, ponsel flagship Xiaomi yang waktu rilisnya terdekat dengan Pocophone F1.

Menarik untuk ditunggu bagaimana kebijakan Xiaomi nantinya dalam mematok harga ponselnya. Untuk saat ini, sepertinya kita harus mulai berlatih untuk tak melihat Xiaomi sebagai pembuat ponsel murah, karena label tersebut tampaknya sudah diserahkan ke Redmi. Tapi tentu semuanya masih sebatas spekulasi.