Xpander Ubah Peta Persaingan LMPV di Indonesia

REKANBOLA – Segmen paling besar di pasar otomotif nasional, yaitu low multi purpose vehicle ( LMPV). Bahkan, secara persaingan di kategori kendaraan multi guna bawah ini selalu menarik untuk diikuti, apalagi semenjak bermunculan pendatang baru, kondisinya menjadi tidak monoton lagi.

Masyarakat menjadi punya banyak pilihan, karena masuk dua merek baru, yaitu Mitsubishi dengan meluncurkan Xpander pada pertengahan 2017, dan diikuti oleh Wuling Confero yang lumayan bikin pergerakan di kelas mobil sejuta umat ini.

Segmen LMPV kali ini dihuni oleh Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan Wuling Confero.

Sejak dua tahun lalu itulah pasar tidak hanya terfokus pada Avanza, Xenia, Mobilio, dan Ertiga, tetapi konsumen melirik sang pendatang baru. Alhasil, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) segmen LMPV pada 2018 mengalami pertumbuhan 2,10 persen menjadi 259.131 unit.

Bahkan, takhta penjualan di kelas ini pun mengalami pergeseran di posisi atas. Mulai pertengahan 2018, penjualan bulanan Xpander sempat beberapa kali unggul dari sang penguasa takhta LMPV, Avanza.

Kepercayaan masyarakat terhadap Xpander semakin tinggi, terbukti dari hasil pemesanan sejak pertengahan 2017 hingga awal 2019 sudah terjual 115.000 unit. Bahkan small MPV tersebut berkontribusi 70 persen dari total penjualan Mitsubishi pada 2018 yang mencapai 146.805 unit.

“Hal ini tentunya tak lepas dari penerimaan masyarakat yang begitu baik atas produk kendaraan Mitsubishi yang dipasarkan di Indonesia,” ujar Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) belum lama ini.

Secara otomatis, Xpander mampu mengubah peta persaingan di segmen LMPV pada 2018. Secara wholesales sepanjang 2018 mencapai 75.075 unit. Hasil tersebut sedikit lebih rendah dari Avanza, yaitu 78.796 unit.

Baca Juga:   Atasi Masalah Idle-Up, Mitsubishi Perbarui Software Xpander

Salah satu bukti Xpander berhasil mengubah posisi di kelas mobil sejuta umat ini, bisa dilihat dari total penjualan masing-masing merek dan model selama 12 bulan di 2018.

Urutan pertama masih dihuni Avanza dengan 78.796 unit, posisi kedua diisi Xpander 75.075 unit, ketiga Ertiga 32.592 unit, Xenia posisi ke empat 29.521 unit, Mobilio kelima 24.373, terakhir Confero 11.237 unit.

Bila dibandingkan dengan 2017 jelas berbeda. Sepanjang 2017 posisi teratas dihuni Avanza 116.311 unit, kedua bukan Xpander melainkan Xenia dengan 38.535 unit, ketiga Mobilio 35.430 unit, keempat Ertiga 35.338 unit, kelima Xpander 13.070, dan terakhir Confero 4.958 unit.

Apabila melihat data tersebut, performa Xpander begitu tinggi, dari urutan kelima pada 2017, langsung naik mengisi posisi kedua di tahun lalu, menggeser Xenia, dan juga Mobilio.

Bicara di luar data hasil penjualan, untuk pilihan kembali diserahkan kepada konsumen. Sebab, selera dari masing-masing orang jelas berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemampuan ekonomi