Zul ‘Zivilia’ Mengaku Jadi Pengedar Narkoba karena Utang Budi dan Masalah Ekonomi

REKANBOLA – Vokalis Band Zivilia Zulkifli alias Zul mengaku baru dua kali mengedarkan narkoba jenis sabu. Pelantun tembang Aishiteru ini mengaku menjadi pengedar lantaran utang budi dengan tersangka kasus narkoba lain yakni MH alias Rian (26).

“Pengakuan yang bersangkutan, dia (Zul) merasa utang budi dengan Rian dan faktor ekonomi juga,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).

Kendati demikian, Eddy tak menjelaskan secara rinci utang budi Zul terhadap Rian. Polisi masih menyelidiki pengakuan Zul tersebut.

“Untuk utang budi apa kita belum tahu. Karena pengakuan dia (Zul) hanya bilangnya utang budi dengan Rian,” ujarnya.

Zul dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

“Pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya.

Menyesal Edarkan Narkoba

Zul mengaku menyesal mengedarkan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Dia ditangkap bersama tiga orang lainnya yakni MH alias Rian (26), Hr alias Andu (28) dan seorang perempuan atas nama inisial D (26).

“Saya menyesal,” kata Zul kepada awak media saat rilis di Mapolda Metro Jaya, akarta Selatan, Jumat (8/3).

Zul mengaku, menjadi pengedar narkoba jenis sabu dan ekatasi sudah menjadi pilihan jalan hidupnya selain menjadi Vokalis Band dengan judul Aishiteru.

“Ini jalan hidup saya,” ujarnya.

Sebelumnya, Zul ditangkap di Apartemen Gading River View City Home Kawasan MOI Tower san Fransisco Lantai 12 unit 1208, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga:   Giorgino Abraham Ngaku Nyaman Perankan Peran Antagonis