Zulkifli Hasan: Melawan Rente Itu Berat, Biar Aku Saja

Rekanbola.com – Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan melawan rente dalam politik adalah hal yang berat. Ia mengucapkannya dengan meniru salah satu dialog dalam film ‘Dilan’.

“Yang betul seperti Dilan, melawan rente itu berat, biar aku saja,” kata Zulkifli di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Hal itu dia sampaikan dalam sambutan pada acara peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ dan pidato kebangsaan para tokoh. Ia menyebut politik di Indonesia mahal, salah satu contohnya saat dirinya membuat acara yang menghadirkan ribuan orang.

“Saya baru pulang dari Lampung. Kita bikin acara di tiga titik, masing-masing titik datang 3.000 orang. Datang meninggalkan sawah, pakai motor, beli bensin. Tidak mungkin kita tidak ganti ongkosnya. Kita undang, tidak mungkin tidak sediakan nasi kotak. Rp 50 ribu sudah murah sekali kalau untuk mendatangkan orang meninggalkan pekerjaannya. Kalau 3.000 orang, sudah Rp 150 juta, kalau 3 titik sudah Rp 450 juta, mahal,” ucapnya.

Mahalnya biaya itu disebut tidak bisa dihindari. Namun perlu dipikirkan cara untuk menekan ongkos tersebut, salah satunya ongkos politik dipikul negara.

“Kalau kita pergi ke Amerika Latin, ongkos politik ditanggung negara, mau jadi calon anggota DPR cukup keluar Rp 100-200 juta. Atau dibikin aturan agar orang politik bisa mencari dana yang halal,” ucapnya.

Selain soal politik, Zulkifli menyinggung soal sepak bola Indonesia. Ia menilai pengelolaan sepak bola di Indonesia juga melakukan rente hingga sepak bola Indonesia tidak menorehkan prestasi.

“Saya kemarin nonton bola itu, gara-gara, ya sudahlah tidak usah diteruskan. Saya tanya Pak Menteri Olahraga dan Ketua Umum PSSI, kita kalau mau menang main bola kira-kira lawan negara mana? Dia bilang Timor Leste, itu pun masih mungkin seri. Thailand, kalah, Malaysia, kalah, Vietnam, kalah. Kedua, kalau mungkin menang namanya Brunei Darussalam. Karena urus bola kita begini, yang modelnya begini,” ucapnya sambil menunjukkan buku ‘Nalar Politik Rente’.

Baca Juga:   Kecelakaan Mobil dengan Motor di Pondok Kopi, 2 Orang Luka

Berikutnya, Zulkifli menyinggung kedaulatan pangan yang tidak tercapai di Indonesia. Menurutnya, hal itu terjadi akibat politik rente.

Ia pun menyinggung soal korupsi di Indonesia. Penegakan hukum di Indonesia terkait korupsi disebutnya sudah begitu luar biasa, namun sistem yang ada masih belum benar.

“Penegakan hukum soal korupsi ini luar biasa. Lihat menteri di zaman Pak SBY, yang belum diperiksa oleh KPK ya Pak SBY saja, bayangkan nggak ada negara lain. Pak JK mungkin sudah 3 atau 4 kali diperiksa KPK, Pak Boediono 3 kali sampai sidang berkali-kali. Seluruh menko sudah diperiksa waktu zaman saya (jadi menteri) apalagi menteri kayak saya berkali-kali, nggak ada negara lain,” ucap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, jika ada 100 bupati dikumpulkan dan dicari kesalahannya, 100 bupati itu akan salah. Hal itu karena ada kesalahan dalam sistem di Indonesia.

“Saya sedih kita semua sadar sistem kita ini belum benar. Orang maju gubernur, maju DPR, bupati, nggak usah OTT. Kalau mau dicari kesalahannya, dikumpulkan 100 bupati, seratus-seratusnya salah. Bapak gajinya berapa? (sambil bertanya kepada salah satu wali kota dari Sumatera Utara). Gajinya Rp 6,2 juta, mana bisa pasang spanduk, apalagi bagi-bagi sepeda, nggak mungkin,” sambung Zulkifli.

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo